www.Hypersmash.com
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 November 2011

Belajar Sambil Bermain dengan E - Learning

Yang namanya belajar emang membosankan. Tapi, apakah kita gak belajar hanya gara-gara bosan, apalagi malas? Namun, di era serba Cyber ini kamu gak usah bingung.

Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, terutama dunia ICT (Information And Communication Technology), kamu tidak perlu bingung untuk belajar. Melalui Internet, kamu bisa mendapatkan banyak pelajaran yang bakal membantu studi kamu.

Apa sih E-learning itu? Prinsip dasar E-Learning adalah menfasilitasi komunikasi antara guru dan anak didik, mengembangkan kerja sama dan kemampuan anak didik untuk belajar mandiri dengan memberikan umpan balik secepatnya dalam bentuk jawaban-jawaban latihan.

Selasa, 15 November 2011

Kisi-Kisi Unas 2012 Diberikan Tahun Ini

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemendikbud) akan memberikan kisi-kisi ujian nasional (Unas) 2012 pada tahun ini juga, sehingga guru-guru dapat memberikan garis besar ujian tersebut kepada siswa. Dengan begitu, peserta didik tidak khawatir lagi dengan salah satu penentu kelulusan tersebut.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Khairil Anwar Notodiputro mengatakan, masalah yang harus diatasi sekarang ini adalah bagaimana akseptabilitas Unas. Tapi, dari sisi kualitas dan efektivitas juga ikut meningkat.

"Banyak rekomendasi yang sudah disampaikan. Baik akseptabilitas.

Senin, 30 Mei 2011

Tidur dengan Lampu Lati = Menyehatkan




Tidur dengan lampu mati sangat baik buat kesehatan tubuh dan bisa mencegah beberapa penyakit serius seperti kanker payudara dan kanker prostat.Jika takut tidur malam dalam kamar yang gelap mulailah untuk melatihnya.

Tidur malam dalam kamar yang gelap benar-benar bermanfaat buat tubuh. Ahli biologi Joan Robert mengatakan tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat.

Sayangnya, hormon melatonin ini tidak akan muncul jika

Sabtu, 21 Agustus 2010

Jubah Nabi Muhammad SAW Dipamerkan


Sebuah jubah milik Nabi Muhammad di pamerkan di Masjid di Istambul, Turki. Masjid yang di bangun tahun 1851 ini oleh Sultan Abdulmecit, dikhususkan menyimpan barang-barang Nabi Muhammad SAW.

Bentuknya tipis, memantulkan cahaya, mengubah warna, dan diyakini oleh kaum muslim terbuat dari wool domba yang dikurbankan oleh Nabi Ibrahim.
''Sampai sekarang masih bagus dan utuh,'' kata seorang ulama yang selama ini menjaga jubah Nabi Muhammad SAW itu. Subhanallah.




Para pengujung menyaksikan jubah Nabi Muhammad yang berumur lebih seribu tahun !!!












Selasa, 27 Juli 2010

Our Beloved Heroes



Ketika kita masih bisa merasakan enaknya nasi, indahnya masa sekolah, asiknya bermain bersama teman, kepada merekalah kita harus berterima kasih. Kenapa? karena kalau bukan jasa mereka, belum tentu kita bisa mengalami masa indah sampai saat ini. Ketika kita bisa mengenyam pendidikan, mereka mungkin dipaksa untuk maju ke medan perang. Ketika kita bisa makan enak, mereka mungkin hanya makan seadanya ketika perang. Ketika kita bisa tidur nyenyak di rumah kita, mereka mungkin hanya berbaring beralaskan tanah dan beratapkan bintang di langit sambil menunggu musuh menyerang.
Pahlawan disini bukan berarti yang ada di buku sejarah, melainkan yang tidak tercatat di buku sejarah, yang jasanya kita kurang ketahui, dan akhirnya diinjak - injak oleh pemerintah dengan memberi kehidupan tak layak

Kurang lebih 1 bulan lagi negara tercinta kita akan berulangtahun yang ke 65. Harusnya para pejabat terutama Presiden bisa instropeksi diri tentang apa yang harus lebih diperhatikan, bukan apa yang harus diberikan ke diri mereka sendiri

Bukti Mereka Dicela?
Ingat tentang kasus rumah dinas yang ditinggali oleh janda pahlawan. Sekarang kok malah direbut? Mereka kehilangan suami mereka yang berjasa di medan perang, harusnya diperhatiin. Umur mereka juga udah tua, gak ada salahnya kita bahagiakan mereka di saat terakhir mereka.
Pemerintah Kacau!!!

Bukti lain?
Sering kan kalau di TV pas ada hari kelahiran pancasila atau hari kemerdekaan Indonesia ada yang diwawancara? Banyak yang ternyata gak hafal pancasila, gak tau lagu Indonesia Raya, gak tau hari itu momen penting bagi negeri kita dulu, yang diberikan melalui cucuran darah dan air mata

Lagi?
Liat ABG Alay Jaman Sekarang. Tau betapa sulitnya untuk berbahasa Indonesia karena dilarang penjajah? Mereka perjuangkan melalui sumpah pemuda, apresiasi tertinggi kepada Bahasa Indonesia. Sekarang malah hancur karena budaya baru tersebut

Again?
Atlit kita yang pernah mengharumkan nama bangsa sangat menyedihkan nasibnya. Pernah dengar tentang atlit yang harus menjual medalinya demi sesuap nasi? Atau pernah nonton film tentang atlit bela diri yang harus menjual piala dan medalinya untuk hidup?

Kamis, 22 Juli 2010

Anak Investasi Masa Depan

Anak Investasi Masa Depan
(Refleksi Hari Anak Nasional)

Oleh: Sismanto, M.Pd.

PADA 23 Juli merupakan hari istimewa bagi anak Indonesia. Karena tanggal itu ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional. Berbagai kegiatan digelar untuk menumbuhkan kreativitas anak-anak Indonesia.

Peran aktif dari si anak dalam proses belajarnya berdasar minat dan kemampuannya. Aanak berinisiatif dan bergerak aktif untuk mengeksplorasi langsung lingkungannya dengan menggunakan benda-benda konkret yang dekat dengan kehidupannya.

Untuk itulah, strategi utama bagi pembelajaran anak, yaitu bermain. Mungkin bagi orang dewasa, bermain masih sering diartikan sebagai kegiatan yang membuang-buang waktu. Padahal, sesungguhnya itu adalah sarana terbaik bagi seorang anak untuk belajar secara aktif dan menyenangkan.

Sebab, tidak bisa dipungkiri bahwa anak sebagai penerus bangsa masih belum mendapat perhatian yang memadai dari masyarakat, terutama dalam pendidikan.

Kebiasaan orangtua bahwasanya anak hanya mendengar, dan tidak untuk didengar dan tidak jarang ada pemaksaan terhadap anak. Orangtua memaksakan anaknya untuk ikut kegiatan yang sebenarnya tidak diminati anak. Misalnya, anak dipaksa mengikuti les berbagai mata pelajaran, les tari, musik sampai ikut kursus model. Artinya, anak harus mengikuti ambisi dan keinginan orangtuanya, sehingga praktis masa sosialisasi dan keceriaan dunia anak terganggu.

Mereka jarang dapat menyalurkan kreativitasnya sesuai dengan dunianya. Selain itu, sering terjadi diskriminasi terhadap hak anak, khususnya dalam menentukan pendidikan.

Anak merupakan amanat Sang Pencipta pada orangtua, keluarga dan masyarakat. Ia harus dibimbing dan dipelihara sebagai aset masa depan. Wajah masa depan sebuah negara dapat dilihat dari bagaimana kualitas anak-anak masa kini.

Yang namanya anak tidak sebatas anak kecil saja, tetapi juga remaja bahkan dewasa sepanjang mereka masih menjadi bagian dari tanggung jawab orang tuanya (belum menikah).

Permasalahan anak bukan permasalahan sepele karena menyangkut tanggung jawab kepada Allah SWT. Anak sebagai ujian bagi kedua orangtuanya sekaligus sebagai anugerah penerus keturunan dan tabungan kebaikan manakala orang tuanya sudah meninggal.

Orangtua terkadang tidak begitu memahami bahwa anak adalah makhluk aktif yang tengah dalam penjelajahan mencari dunianya. Ia membutuhkan pemandu agar ia tidak salah dalam memilih jalan hidupnya. Pemandu itu tidak lain adalah orangtua dan para pendidik (guru).

Karena itu, orang tua ataupun guru, sebagai pendidik, perlu memahami bagaimana cara menumbuhkembangkan anak, serta memahami teknik bagaimana berinteraksi dengan anak yang sesuai norma dan akidah yang fleksibel dengan tuntutan zaman.

Mendidik anak bukanlah sebuah prosedur khusus atau sebuah kursus dengan kurikulum tertentu yang menjadikan anak sebagai peserta wajibnya. Jika cara pandangnya seperti itu, perlakuan kita kepada anak menjadi tidak manusiawi lagi. Anak harus tumbuh sesuai keinginan orangtua, sehingga kreativitasnya terhambat.

Interaksi antara anak dan guru sangat penting. Guru hendaknya merespons dengan cepat dan langsung pada kebutuhan, keinginan, dan pesan anak. Menyesuaikan respons terhadap perbedaan gaya dan kemampuan anak.

Guru juga harus memberi banyak kesempatan kepada anak untuk berkomunikasi, memfasilitasi keberhasilan anak menyelesaikan tugas berupa dukungan, perhatian, kedekatan fisik dan dorongan.

Orang dewasa paham bahwa anak belajar melalui trial and error dan bahwa kesalahpahaman anak mencerminkan perkembangan berpikirnya.

Guru harus memperhatikan tanda-tanda anak yang stres dan tahu cara membantu anak menghadapinya. Selain itu, guru juga perlu membagi pengetahuannya tentang perkembangan anak, pemahaman, dan sumber daya yang ada sebagai bagian dari komunikasi rutin sewaktu pertemuan dengan orangtua.

Orangtua merupakan pihak yang tepat dan bertanggung jawab untuk membagi dalam mengambil keputusan untuk anaknya, tentang apa yang berguna untuk anak dan pendidikannya.

Anak adalah investasi masa depan kita. Lantas, mengapa kita tidak mempersiapkan cara yang tepat dalam pendidikan anak-anak kita dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakatnya.

Sebagai orangtua, ajarilah anak bagaimana berpikir terlebih dahulu dan termenung berpikir bukan melamun sebelum melakukan aktivitas yang akan dikerjakannya. Orang Amerika dan Jepang terkenal dalam hal ini, mereka lebih banyak berbicara planning daripada action.

Dengan membiasakan anak berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan suatu hal. Kelak anak akan membiasakan diri untuk mempertimbangkan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.

Tugas orangtua tidak hanya terbatas pada memberi nafkah saja, tetapi juga mencakup tanggung jawab pendidikan secara luas, termasuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Semoga di masa depan kita menemukan malaikat-malaikat yang kita tanam dan kita jualah yang akan memetik hasilnya.

* Guru SD YPPSB PT Kaltim Prima Coal Sangatta

Sabtu, 17 Juli 2010

Benarkah arah kiblat berubah?

Perubahan arah kiblat dari barat menjadi barat daya tidak perlu dengan merombak atau merenovasi bentuk fisik masjid, melainkan cukup sesuaikan arah shaf," kata ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan Shaberah ketika ditemui di kantor MUI, Jakarta, Rabu.

Sebelumnya, MUI mengeluarkan fatwa pada 22 Maret 2010 yang isinya antara lain mengatur mengenai arah kiblat yang disebutkan ke arah barat.

Namun kemudian Ketua MUI Bidang Fatwa Ma`ruf Amin merevisi arah tersebut karena posisi negara Indonesia yang tidak berada di wilayah timur Ka`bah.

"Indonesia itu letaknya tidak di timur pas Kabah tapi agak ke selatan, jadi arah kiblat kita juga tidak barat pas tapi agak miring yaitu arah barat laut," kata Ma`ruf.

Namun Ketua MUI meminta revisi arah itu tidak membuat panik masyarakat. "Tidak mutlak arahnya, karena yang dituju bukan fisik Ka`bah tapi jihat (arah) Ka`bah, dan itu bisa berbeda-beda disetiap tempat," papar Amidhan.

Fatwa MUI 22 Maret 2010 dan No. 03 Tahun 2010 tentang Kiblat menyebutkan, kiblat adalah menghadap ke bangunan Kabah (ainul ka'bah) sedangkan Kiblat bagi orang salat dan tidak dapat melihat Kabah adalah arah Kabah (jihat al-Ka'bah).

Fatwa itu juga menyebutkan bahwa letak georafis Indonesia di bagian timur Ka`bah atau Mekkah adalah menghadap ke barat.

Minggu, 04 Juli 2010

Pendidikan Tanpa Kekerasan

Sedikit meninjau kejadian setahun yang silam, di Kediri; ayah seorang siswa menghajar guru SD di depan kelas, di Pati; seorang ibu guru SD menghukum murid-muridnya yang tidak mengerjakan PR dengan menusukkan paku yang dipanaskan ke tangan siswa, di Bengkalis; seorang guru SD menghukum muridnya dengan lari keliling lapangan dalam kondisi telanjang bulat, di Yogyakarta; karena berbusana kartinian, seorang siswi SMA ditelanjangi di hadapan rekan-rekannya hingga tinggal mengenakan celana dalam, di Padang; seorang siswa SMK menikam hingga tewas teman sekolahnya yang tinggal satu kos dengannya, hanya karena korban tidak mau memasakkan nasi buatnya. Peristiwa-peristiwa di atas menunjukkan betapa kekerasan telah merajalela di dunia pendidikan. Mengapa semua ini bisa terjadi? Selama ini, proses pendidikan di tanah air memang terlalu menekankan aspek kognitif, dan kurang memberi perhatian pada aspek afektif. Dengan berlakunya kurikulum KTSP sekarang ini oleh pemerintah dalam hal ini Depdiknas, aspek afektif sudah mendapat perhatian yang cukup besar, tugas pendidiklah mengembangkan proses ini.Perlu ada “pendidikan damai” di lingkungan sekolah. Pendidikan damai adalah pendidikan yang menekankan pada pendidikan tanpa kekerasan.Apa perihal pendidikan damai ini? hal ini dapat ditelusuri dengan menjawab pertanyaan berikut:

apa itu pendidikan damai?

siapa yang menjadi pelaku pendidikan damai?

dan apa peran sekolah dalam mengembangkan pendidikan damai?

Sabtu, 03 Juli 2010

Bahasa Indolish

Dalam bahasa percakapan informal sehari-hari mencampur kosakata asing, bahasa daerah dan bahasa slang ke dalam percakapan kita adalah sesuatu hal yang spontan, lumrah dan tidak perlu dipermasalahkan. Orang menyebutnya bahasa gado-gado. Simak saja ucapan seorang mahasiswi swasta di bawah ini:

“Tahu nggak? Ternyata si Susi diem-diem udah ‘married’ lho sama Benny. Soalnya kan si Benny musti ambil ‘Master’ ke Amrik dan dia mau Susi juga ikut. Daripada musti ‘long distance relationship’, takut Susi ‘cheating’ katanya. Mereka ‘take off’ besok malem soalnya ‘flight’ ke LA adanya hari itu dan jam segitu. ‘Stop over’ sekali di Hong Kong kayaknya. Sampe sana pasti pada ‘jet lag’. Tapi mereka sih enaklah, udah disiapin ‘apartment’ sama bokapnya Benny. Mudah-mudahan Susi nggak ‘boring’ tuh nemenin Benny di sana, soalnya dia nggak bakal ngapa-ngapain, paling-paling ‘shopping’. Gue mau ke rumah Susi nanti malem mau ‘say bye-bye’. Mau ikut?.”

Sejak runtuhnya pemerintah orde baru gejala menyelipkan kosakata asing sudah mulai mempengaruhi wacana lisan formal dan banyak dilakukan para intelektual seperti diucapkan Mohamad Sobari, seorang jurnalis, dalam suatu wawancara radio:

“Gus Dur memerlukan ‘transitional period’, saya kira ‘something like three years or so’ untuk itu … MPR yang anggota-anggotanya sangat ‘selfish’, sangat ‘group oriented’ dan berfikir tentang ‘short term projects’.” (Sumber: The Indonesian Language: Its History and Role in Modern Society, Dr. James Sneddon).

Pada acara “Temu Nasional 2009” pada tanggal 30 Oktober yang lalu ada seorang wartawan yang iseng-iseng menghitung jumlah kosa-kata bahasa Inggris yang digunakan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono di dalam pidatonya. Dalam pidato sekitar 65 menit tersebut, tercatat ada 73 kosakata bahasa Inggris yang dilontarkannya.?Artinya setiap satu menit terlontarlah kosakata bahasa Inggris itu. Bahkan Presiden Yudhoyono juga memadukan kosakata Inggris dengan Indonesia sekaligus ketika menjelaskan adanya kemacetan dalam berbagai hal,"Banyak hal yang masih ada di-"debottlenecking" ini yang harus diselesaikan," katanya. Ada yang pro dan ada yang kontra.

Patutkah penggunaan kosakata bahasa Inggris di dalam pidato seorang presiden Republik Indonesia dipermasalahkan? Kelompok yang pro berpendapat bahwa menggandeng kosakata asing ke dalam wacana lisan formal tidak perlu dipermasalahkan karena bahasa Indonesia masih kekurangan kosakata yang mampu menjelaskan apa yang dimaksud dalam pidato tersebut. Lagi pula bahasa Inggris adalah bahasa komunikasi internasional. Sudah saatnya semua orang mampu berbahasa Inggris. Jadi jika saudara-saudara kita di Papua tidak mengerti isi pidato presidennya, salah sendiri. Mengapa tidak belajar bahasa Inggris. Kalau mau maju harus belajar bahasa Inggris.

Bagi kelompok yang kontra, penggandengan istilah asing di dalam banyak wacana formal dan resmi menunjukkan betapa bahasa Inggris pelan-pelan sudah menggeser posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

Sebetulnya seberapa pentingkah peranan bahasa bagi suatu bangsa dan negara? Mungkin ada baiknya kita menegok sebentar sejarah bahasa Indonesia dan melihat sikap negara-negara lain terhadap bahasa nasionalnya.

Di jaman penjajahan Belanda, kesempatan pendidikan untuk rakyat Indonesia hanya diberikan pada anak-anak kalangan atas. Tujuannya adalah supaya kalangan kelas atas ini pada gilirannya mampu membantu pemerintah Belanda dalam hal pelayanan masyarakat. Akibatnya pada masa itu kalangan terdidik yang pandai berbahasa Belanda menjadi kalangan elite Indonesia. Bahasa Belanda digunakan oleh kaum elite pribumi sebagai sarana komunikasi antar mereka sehari-hari. Termasuk para nasionalis, calon-calon pemimpin bangsa seperti bung Karno dan bung Hatta. Bung Karno bahkan berkata, “Bahasa Belanda adalah bahasa yang saya gunakan jika saya berpikir, mengumpat bahkan berdoa”.

Namun para calon pemimpin ini menetapkan bahasa Indonesia – yang berakar dari bahasa Melayu dan merupakan bahasa yang sama sekali belum berkembang - sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia pada kongres Sumpah Pemuda tahun 1928. Mengapa bukan bahasa Belanda? Padahal bahasa Belanda sudah menjadi bahasa komunikasi modern yang sudah beratus-ratus tahun digunakan sebagai bahasa pengantar di dunia pendidikan. Banyak sekali buku-buku ilmu pengetahuan yang ditulis dalam bahasa Belanda. Dari segi struktur dan tata bahasa pun sudah mapan. Jawabannya jelas. Para calon pemimpin itu menyadari bahasa Belanda adalah simbol penjajahan Belanda terhadap Indonesia. Secara politis penggunaan bahasa Belanda dapat menghambat atau menghalangi kemerdekaan Indonesia yang justru sedang diperjuangkan. Bahasa Indonesia adalah lambang nasionalisme. Selain merupakan keputusan politis, bahasa Indonesia juga merupakan keputusan sosial karena hanya bahasa Indonesia yang dipercaya memiliki kekuatan untuk mempersatukan Indonesia. Walaupun bung Karno belum seratus persen merasa nyaman dengan bahasa Indonesia yang masih baru, namun jika harus berpidato di depan rakyat beliau selalu menggunakan bahasa Indonesia.

Hal serupa juga terjadi dengan bahasa Indonesia di Timor Timur. Ketika wilayah Timor Timur resmi memisahkan diri dari Republik Indonesia, pemerintah Timor Timur menetapkan bahasa Portugis sebagai bahasa nasional mereka. Padahal penelitian yang dilakukan oleh Asia Foundation pada tahun 2001 menunjukkan 63% rakyat Timor Timur lancar berbahasa Indonesia namun hanya 3% yang mendukung bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional Timor Timur. Hal ini karena bahasa Indonesia dianggap sebagai simbol penjajahan dan kebrutalan Indonesia terhadap rakyat Timor Timur. Sebuah reaksi emosional untuk menentang sesuatu yang berbau Indonesia. Jadi walaupun sebagian besar penduduk Timor Timur tidak mengenal bahasa Portugis dan merasa kesulitan harus mempelajari lagi bahasa yang baru, bagi rakyat Timor Timur bahasa Portugis adalah simbol kemerdekaan dan nasionalisme. Kini, walaupun bertetangga dengan Indonesia, mereka lebih suka belajar bahasa Inggris sebagai bahasa kedua ketimbang bahasa Indonesia.

Sebelum Mary Donaldson, wanita dari kalangan kebanyakan Australia, menikah dengan Pangeran Frederik dari Denmark, ia diharuskan mempelajari dulu budaya , bahasa dan etiket Denmark karena dalam acara-acara kenegaraan nantinya Mary harus mampu berbicara dalam bahasa Denmark. Padahal bahasa Inggris adalah bahasa kedua yang sangat dikuasai oleh sebagian besar rakyat Denmark.

Bahasa sesungguhnya adalah wacana dan sarana komunikasi budaya sebuah bangsa. Bahasa mencerminkan inti, karakter, ciri dan semangat sebuah budaya. Bahasa seperti sebuah gerbang yang memudahkan kita untuk masuk dan mengerti budaya suatu bangsa. Secara teknis memang mudah menterjemahkan suatu kalimat dari satu bahasa ke bahasa lain, namun untuk menterjemahkan sikap dan nilai budaya suatu bangsa tidaklah semudah itu. Karena kosakata bahasa suatu negara mencerminkan budaya bangsa tersebut yang tidak dapat diterjemahkan begitu saja ke bahasa lain.

Boyé Lafayette De Mente, jurnalis, penulis, dan editor yang pernah menjadi anggota agen intelejensia Amerika ini telah menulis lebih dari 50 buku tentang kaitan bisnis, budaya dan bahasa di Jepang, Cina, Korea dan Meksiko. Dalam bukunya “Japan Unmasked: The Character And Culture Of The Japanese” Boyé menulis bahwa pada awalnya bahasa Jepang digunakan sebagai benteng pertahanan untuk mencegah masuknya orang asing. Di jaman pemerintahan Tokugawa mengajarkan bahasa Jepang pada orang asing bahkan merupakan pelanggaran berat. Hingga kini, bahasa Jepang sangat berkaitan erat dengan proses berpikir dan tingkah laku orang Jepang. Sehingga jika ada orang asing yang fasih berbahasa Jepang tanpa bertingkah laku seperti orang Jepang akan dianggap tidak menghargai budaya Jepang dan tidak bisa dipercaya.

Dengan berakhirnya sistem monarki di Perancis, bahasa Perancis tidak hanya menjadi simbol identitas nasional bagi orang Perancis tapi juga lambang kejayaan budaya dan imperialisme di masa lalu. Presiden Perancis Georges Jean Raymond Pompidou (tahun 1969 hingga 1974) bahkan mengatakan bahwa, ”Karena bahasa Perancislah negara Perancis dipandang oleh dunia sebagai negara bukan sekedar suatu negara .” Anatole France, penyair Perancis pemenang hadiah Nobel sastra pada tahun 1921 mengumpakan bahasa Perancis sebagai sesosok wanita yang cantik, penuh percaya diri, rendah hati, berkepribadian kuat, luhur, hangat dan seksi, sehingga siapa pun yang mengenalnya akan jatuh cinta sepenuh hati.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa sebagai bahasa komunikasi internasional, bahasa Inggris semakin penting untuk dipelajari dalam era globalisasi saat ini. Presiden Perancis Nicolas Sarkozy kini bahkan mewajibkan anak-anak usia sekolah untuk mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Indonesia pun tidak ketinggalan. Berbondong-bondongnya orang-orang Indonesia mendirikan sekolah dengan label internasional dengan pengantar bahasa Inggris adalah suatu fenomena yang menggembirakan. ?Karena kini, sekolah internasional tidak lagi menjadi monopoli orang asing. Ada kesetaraan akses bagi anak-anak Indonesia guna memperoleh pendidikan berkualitas internasional dengan harga yang lebih terjangkau. Kesempatan untuk belajar bahasa kedua yaitu bahasa Inggris kini terbuka lebar. Sayangnya, hal ini malah menghasilkan bahasa gado-gado.

Mencampur bahasa Indonesia dengan kosakata bahasa Inggris yang sepotong-sepotong sehingga menjadi bahasa gado-gado ke dalam wacana formal dan tulisan tidak akan membawa bangsa Indonesia menjadi masyarakat dwibahasawan yang terdidik. Jika hal ini dibiarkan maka akan makin sedikit orang Indonesia yang mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Berkurangnya pengguna bahasa Indonesia pelan-pelan akan mengikis identitas bangsa dan menggerogoti kelestarian budaya Indonesia. Pada saat yang sama kemampuan masyarakat Indonesia berbahasa Inggris yang baik pun akan terhambat karena terbiasa menyelipkannya ke dalam percakapan bahasa Indonesia. Akibatnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar tidak becus, berbahasa Inggris pun berantakan.

Bukan hal yang tidak mungkin jika suatu hari bahasa Indonesia menjadi bahasa gado-gado seperti bahasa Manglish di Malaysia, yaitu bahasa Inggris yang dicampur dengan bahasa Malaysia yang lazim digunakan di Malaysia. Jika di Malaysia ada Manglish, di Filipina ada Taglish, di Singapura ada Singlish, sebentar lagi mungkin ada Indolish. Bahasa yang mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris.

Bahasa adalah budaya bangsa. Almarhum WS Rendra pernah berkata bahwa sebuah bangsa tidak cukup hanya terdidik, tetapi juga harus berbudaya. "Karena kebudayaan merupakan tulang punggung peradaban bangsa," tambah pengamat masalah pendidikan, Arif Rahman.

Dr. James Sneddon, Associate Professor di Griffith University, Brisbane, Australia, dalam buku yang ditulisnya - The Indonesian Language: Its History and Role in Modern Society - mengatakan: “Masa depan bahasa Indonesia akan berkaitan erat dengan masa depan negara Indonesia. Jika Indonesia tetap bersatu dan makmur maka bahasa Indonesia pun akan tetap lestari. Jika Indonesia terpecah belah, bahasa Indonesia akan tetap ada namun akan mengarah kepada ketidak stabilan mengikuti jenis atau bentuk pemerintahan yang ada. Dengan demikian maka kelestarian bahasa Indonesia di masa depan akan tergantung pada kemampuan masyarakat yang berbahasa Indonesia dalam memecahkan masalah perbahasaan yang dialami saat ini. Bahasa Indonesia pernah menjadi elemen terpenting dalam mempersatukan negara kepulauan Indonesia; kini persatuan Indonesia akan menjadi sangat penting dalam menentukan masa depan bahasa Indonesia”.

Selasa, 29 Juni 2010

Wahai Presiden kami, dengarlah jeritan nenek ini!!!

Bila Lapar Saya Hanya Menangis



Pamekasan – Sabtu siang, (19/6/2010), terik matahari menyengat di Kampung Lebak Barat, Desa Tlonto Raja, Kecamatan Pasean, Pamekasan. Panas dan gersang biasa terjadi di kampung itu setiap kali masa puncak kemarau datang.

Puluhan warga kampung itu berkumpul di sekitar rumah Nyi Siti Rahmah (85) yang reot. Dinding rumah itu terbuat dari anyaman bambu dan seng, lantainya tanah, tampak kumuh, tak terawat, dan tidak layak huni.

Ya, rumah gedek mulai reot berukuran 2x2 meter itu, dihuni oleh nenek tua yang setiap harinya menangis tanpa harus berdenting keras. Jika rasa lapar sudah datang, Siti Rahmah hanya mengeluarkan air mata. Air mata itu tak berharga menurutnya.

Ia sudah bosan, dengan kondisi karena tidak ada satupun orang yang datang untuk peduli pada kehidupannya. Puluhan tahun, nenek yang tidak punya anak dan keluarga ini hanya menghabiskan waktu bersama dingin malam dan tumpukan sampah yang berceceran di lantai rumahnya.

Tak salah jika wajah Siti Rahmah terlihat suram. Bicaranya pelan saat menerima tamu yang tiba-tiba berkunjung. Dia kebanyakan menunduk menatapi tanah liat keras menghitam yang menjadi lantai rumahnya. Beberapa kali dia menggosok-gosok plastic yang dia duduki. Sesekali, Siti memerbaiki sarung yang dipakainya dan dengan kaku menatap tamunya

"Jika lapar, saya hanya menangis, Jika ada orang yang memberi uang, saya belikan nasi. Hanya nasi. Hanya Nasi. Hanya Nasi," kata Siti Rahmah, sembari mengeluarkan air mata.

Banyak orang yang bilang Jakarta itu kota metropolitan yang kejam. Sampai sekarang pun pemikiran seperti itu tetap sama, ketika pagi-pagi dikejar waktu, puluhan bahkan ratusan orang harus kejar-kejaran dengan bus kota, hingga mengikhlaskan kaki berdiri untuk sampai pada tujuan.

Dibalik itu semua, mereka hanya tinggal di rumah kumuh dengan tumpukan sampah di sekitarnya. Kondisi itu juga terjadi di Pamekasan. Tidak sedikit, mulai dari anak-anak kecil hingga nenek tua hidup dengan rumah reot dan kumuh.

Kalau mau jujur melihat akar permasalahan, kehidupan Siti Rahmah tak lepas dari kemiskinan yang masih membelenggu sebagian besar rakyat. Bayaknya rakyat yang antri pada setiap pembagian zakat atau sembako yang dilakukan segelintir orang kaya, menandakan bahwa masih banyak kaum miskin ada di sekitar kita. Kalau tingkat kesejahteraan hidup mereka sudah baik, tidak mungkin mereka "mbelani" untuk mendapatkan uang yang hanya Rp 20 ribu. Ini merupakan potret nyata kemiskinan masih banyak ditemui di negeri ini.

Yanto, warga setempat mengaku kehidupan Siti Rahmah di perkampungan warga sangat memprihatinkan. Dia berharap, Siti Rahmah bisa diterima, meski tanah yang ditempatinya saat ini bukan miliknya sendiri. "Tidak sedikit, orang yang lewat memberikan uangnya. Tidak sedikit, orang yang melihat Siti Rahmah menangis. Nenek tua yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan sering menangis jika lapar menerpa," pungkasnya.

Sumber: beritajati.com

Kamis, 24 Juni 2010

Tersambar Petir, Patung Yesus di Amerika Terbakar

Sebelum terbakar



Patung Yesus Kristus yang tingginya setara gedung berlantai enam tersambar petir dan terbakar habis. Bagian yang tersisa hanyalah kerangka baja yang hangus dan sisa-sisa bangunan.

Seperti diberitakan Associated Press, patung "Raja Segala Raja" itu merupakan ikon kota Ohio Barat Daya, Amerika Serikat, yang telah berdiri sejak 2004 di depan Gereja Evangelical Solid Rock, sebelah utara Cincinnati.

"Petir itu menyambar di hari Senin, 14 Juni 2010, sekitar pukul 11.15 malam waktu setempat," kata anggota polisi wilayah Monroe, Ohio.


Setelah terbakar



Patung setengah badan setinggi sekitar 19 meter dengan lebar 12 meter itu dijuluki "Touchdown Jesus". Julukan itu diberikan warga setempat karena posisi tangan Yesus yang menengadah mirip seorang wasit yang memberikan kode touchdown pada pertandingan football Amerika.

Rangka patung terbuat dari baja. Sedangkan bagian tubuhnya dibentuk dari busa plastik dan bahan fiberglass.
Patung Yesus sebelum terbakar di Ohio, AS. Dilaporkan, api berkobar dalam tempo yang singkat. Tapi nyaris saja api meludeskan gedung pertunjukan dan gereja yang lokasinya sangat berdekatan. Percikan api sempat membakar bagian atap gedung itu.

"Tidak ada korban luka dalam peristiwa ini," kata kepala polisi Mark Neu. Kendati demikian, nilai kerugian dari hangusnya patung lambang Ohio itu ditaksir mencapai Rp6,4 miliar. Sedangkan kerugian untuk atap gedung mencapai sekitar Rp3,6 miliar.

Gereja ini memiliki anggota sekitar 4.000 orang dan dibangun oleh pria yang pernah menjadi pedagang kuda, Lawrence Bishop bersama istrinya.

maaf gan kalo repost, cuma mau share aja

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | blogger mura
Ping Blog Ping your blog HyperSmash