www.Hypersmash.com
Tampilkan postingan dengan label Profesi Keguruan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profesi Keguruan. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2011

PROGRAM BIMBINGAN DI SEKOLAH DAN PERANAN GURU DALAM PELAKSANAANNYA


PROGRAM BIMBINGAN DI SEKOLAH
DAN PERANAN GURU DALAM
PELAKSANAANNYA


A.  Program Bimbingan di Sekolah
            Keiatan bimbingan dan konseling dapat mencapai hasil yang efektif bilamana dimulai dari adanya program yang disusun dengan baik.

1. Pengertian Program Bimbingan
            Menurut pendapat Hotch dan Costor yang dikutip oleh Gipson dan Mitchell (1981) program bimbingan dan konseling adalah suatu program yang memberikan layanan khusus yang dimaksudkan untuk membantu individu dalam mengadakan penyesuaian diri.
            Rochman Natawidjaja dan Moh. Surya (1985) menyatakan bahwa program bimbingan yang disusun dengan baik dan rinci akan memberikan banyak keuntungan, seperti:
a)      Memungkinkan para petugas menghemat waktu, usaha, biaya, dengan menghindari kesalahan-kesalahan, dan usaha coba-coba yang tidak menguntungkan.
b)      Memungkinkan siswa untuk mendapatkan layanan bimbingan secara seimbang dan menyeluruh, baik dalam hal kesempatan, ataupun dalam jenis layanan bimbingan yang diperlukan;
c)      Memungkinkan setiap petugas mengetahui dan memahami peranannya masing-masing dan mengetahui bagaimana dan di mana mereka harus melakukan upaya secara tetap; dan
d)     Memungkinkan para petugas untuk menghayati pengalaman yang sangat berguna untuk kemajuannya sendiri dan untuk kepentingan siswa dibimbingnya.

            Pendapat di atas menekankan perlunya rumusan program bimbingan yang jelas dan sistematik.

2. Langkah-Langkah Penyusunan Program Bimbingan

BIMBINGAN DAN KONSELING


BIMBINGAN DAN KONSELING


A.  Pengertian Bimbingan dan Konseling

1. Pengertian
            Banyak ahli berusaha merumuskan pengertian bimbingan dan konseling. Menurut Jones (1963), tugas pembimbing hamyalah membantu agar individu yang dibimbing mampu membantu dirinya sendiri, sedangkan keputusan terakhir tergantung kepada individu yang dibimbing (klien).
            Ini senada dengan pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh Rochman Natawidjaja (1978): bawha bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan ssecara berkesinambungan, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya sehingga ia sanggup mengarahkan diri dan dapat bertindak wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan keluarga serta masyarakat. Dengan demikian ia dapat mengecap kebahagiaan hidupnya serta dapat memberikan sumbangan yang berarti.
            Selanjutnya Bimo Walgito (1982: 11) merumuskan bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu-individu dalam menghindsri atau mengatasi kesulitan-kesulitan di dalam kehidupannya, agar individu atau sekumpulan individu-individu itu dapat mencapai kesejahteraan hidupnya.
            Dari beberapa pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh banyak ahli itu, dapat dikemukakan bahwa bimbingan merupakan:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | blogger mura
Ping Blog Ping your blog HyperSmash