www.Hypersmash.com

Jumat, 19 Maret 2010

Fungsi-fungsi Bahasa

Dengan menggunakan teori Buhler (1935) dan Jakobson (1960), Newmark (1988:39ff) menggolongkan fungsi bahasa menjadi enam jenis.
1. Fungsi Ekspresif
Fungsi ekspresif berorientasi pada pembicara atau penulis sebagai sumber penyampai berita. Yang dipentingkan disini aadalah perasaan pengarang, bukan respons pembaca atau penerima berita. Yang dapat digolongkan dalam jenis perwujudan fungsi ekspresif antara lain adalah karya sastra (puisi, novel, drama, dan lain-lain).
2. Fungsi Informatif
Inti fungsi informatif adalah situasi eksternal: ungkapan yang disampaikan berorientasi pada fakta suatu topik bahasan atau realita di luar bahasa, termasuk teks laporan tentang gagasan atau teori tertentu. Teks jenis ini biasanya menggunakan gaya bahasa kontemporer, nonregional, nonkelas.
3. Fungsi vokatif
Yang menjadi pusat perhatian dalam teks jenis vokatif adalah khalayak pembaca/penerima berita. Istilah vokatif maksudnya mengajak atau mengimbau penerima berita untuk bertindak, berpikir, merasa atau mereaksi seperti yang dimaksudkan dalam teks.
4. Fungsi estetik



Tujuan utama dalam teks yang berfungsi estetik adalah untuk memberikan rasa puas atau rasa senang, baik melalui irama (misalnya bunyi bersajak) maupun metafora.
5. Fungsi fatis
Fungsi fatis biasaya dipakai sebagai alat kontak dan alat berakrab-akrab antar para pemakai bahasa. Dalam bahasa Inggris, misalnya, kita mendengar ungkapan fatis “have a good week-end” atau “selamat berakhir pecan”. ‘Isn’t hot today!’ atau ‘aduh panas sekali (udaranya) hari ini!’
6. Fungsi metalingual
Fungsi metalingual adalah penggunaan bahasa untuk kepentingan bahasa iu sendiri, misalnya bahasa untuk menjelaskan, mendefinisikan, atau menamai. Fungsi metalingual sedikit-banyaknya bersifat universal.
Dilihat dari segi penutur, maka bahasa berfungsi personel atau menurut Hallliday (1973), Finnocchiaro (1974), Jacobson (1960), menyebutnya dengan fungsi emotif. Maksudnya, si penutur bukan hanya mengungkapkan emosi lewat bahasa, tetapi juga memperlihatkan emosi itu sewaktu menyampaikan tuturannya.
Dilihat dari segi pendengar, bahasa berfungsi direktif, yaitu mengatur tingkah laku pendengar. Di sini bahasa itu tidak hanya membuat si pendengar melakukan sesuatu, tetapi melakukan kegiatan yang sesuai dengan yang diinginkan si pembicara.
Dilihat dari segi kontak antara penutur dan pendengar, maka bahasa di sini berfungsi fatik yaitu berfungsi menjalin hubungan, memelihara, memperlihatkan perasaan bersahabat atau solidaritas social.
Dilihat dari segi topik, bahasa berfungsi referensional, maksudnya bahasa itu berfungsi sebagai alat untuk membicarakan objek atau peristiwa yang ada di sekeliling penutur. Fungsi inilah yang melahirkan paham bahwa bahasa itu adalah alat untuk menyatakan pikiran, untuk menyatakan bagaimana pendapat si penutur tentang dunia di sekelilingnya. Misalnya ungkapan ‘gedung itu baru dibangun’, ini merupakan contoh penggunaan bahasa yang berfungsi referensional.
Dilihat dari segi amanat yang disampaikan menurut Jacobson (1960), maka bahasa itu berfungsi imaginative. Artinya bahasa itu digunakan untuk menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan, baik yang sebenarnya maupun yang yang Cuma imaginasi (khayalan, rekaan saja). Fungsi ini berupa karya seni seperti puisi, dongeng, dan lain-lain. Fungsi ini juga memiliki arti yang sama seperti informative dan ekspresif.

0 comments:

Poskan Komentar

Tinggalkan komentar anda di sini :)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | blogger mura
Ping Blog Ping your blog HyperSmash